Pelantikan Pengurus FPPTI Jawa Barat Periode 2016-2019 & Seminar di STKIP Garut

img-20161215-wa0014Garut – Bertempat di Gedung STKIP Garut, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPT) wilayah Jawa Barat menyelenggarakan acara pelantikan pengurus FPPT wilayah Jawa Barat periode 2016-2019 dan seminar, atas kerjasama dengan perpustakaan STKIP Garut pada tanggal 14 Desember 2016.

Acara yang mengangkat tema tentang “Kemampuan Komunikasi Pustakawan dalam Promosi Perpustakaan” ini, dihadiri oleh Bpk. Drs. Endang Dimyati, M.Pd. (Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STKIP Garut), Bpk. Imam Budi Prasetiawan, S.S. (Ketua FPPTI Pusat), Ibu Ninah Hasanah, S.Pd., S.I.Kom., M.Pd. (Kepala Perpustakaan STKIP Garut), Ibu Dr. Ninis Agustini Damayani, Dra., M.Lib. (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dan Sekretaris Program Studi S3 FIKOM UNPAD) sebagai narasumber, serta lebih dari 100 peserta.

Pengurus FPPTI wilayah Jawa Barat periode 2016-2019 berjumlah 26 orang, yang di pimpin oleh Bpk. Hilman Firmansyah, S.IP., M.AP., selaku Ketua Umum. Diharapkan dengan dilantiknya pengurus baru dapat meneruskan visi misi serta tujuan dari FPPTI khususnya wilayah Jawa Barat untuk semakin baik. (red./RD).


Workshop, Seminar Nasional & Musyawarah Daerah VI FPPT Jawa Barat

dsc_0171Bertempat di Hotel Isola Resort, UPI Bandung, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPT) Wilayah Jawa Barat mengadakan Workshop, Seminar Nasional dan Musda ke VI dengan tema “Reference Manager Meingkatkan Kualitas Karya Ilmiah Perguruan Tinggi”. Acara yang berlangsung pada tanggal 9-10 Agustus 2016 tersebut, diikuti lebih dari 80 peserta yang berasal dari Perguruan Tinggi di wilayah Jawa Barat.

Diawali dengan sambutan oleh Hilman Firmansyah ,S.IP., M.AP., selaku ketua Umum FPPT Jabar yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan sekaligus membuka acara oleh Imam Budi Prasetiawan selaku Ketua Umum FPPTI Pusat.

Ketua Umum FPPTI Pusat memaparkan mengenai kompetensi pustakawan referensi dan layanan referensi di era digital. Dalam paparannya, Imam Budi Prasetiawan menyampaikan tidak semua sumber informasi akurat dan sesuai dengan kebutuhan, sumber informasi tidak terorganisir dan tidak dievaluasi seperti di perpustakaan, informasi dapat dibuat oleh setiap orang atau lembaga tanpa adanya batasan, sumber informasi memiliki cakupan yang luas dari seluruh dunia.

Reference manager meningkatkan kualitas karya ilmiah perguruan tinggi, sesi setelah lunch break ini menampilkan pemateri Dhama Gustiar Baskoro, S.IP., M.Pd., dari Universitas Pelita Harapan. Peraturan Menteri Pendidikan RI No. 17 2010 menyebutkan bahwa ”plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam meperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”.

Baskoro menambahkan bahwa tulisan akademik haruslah menampilkan fakta, data, yang AVR (Akurat, Valid, Relevan); jumlah kutipan didalam tulisan dibatasi (10%-25% dari keseluruhan tulisan); jumlah kutipan langsung sebaiknya tidak lebih dari 25%; jumlah catatan kaki atau sitasi harus sama jumlahnya dengan bibliografi atau daftar pustakanya; tidak boleh ada kesalahan nama, penerbit, url, dsb dari sumber yang dikutip.

Dihari kedua, peserta diajak untuk senam sehat pustakawan. Para peserta sangat antusias dengan penuh semangat mengikuti gerakan-gerakan yang diperagakan instruktur.

Sesi selanjutnya diisi oleh Dra. Luki Wijayanti, S.IP., M.Si., dengan tema Reference Manager Meningkatkan Kualitas Karya Ilmiah Perguruan Tinggi. Luki menyebutkan bahwa dengan mengetahui kompetensi dan perilaku yang dibutuhkan oleh pustakawan referensi maka dapat disimpulkan bahwa pustakawan sebagai reference manager merupakan pustakawan yang memiliki seperangkat kemampuan serta perilaku yang harus digunakan dalam proses memenuhi kebutuhan informasi pemustaka agar kebutuhan pemustaka dapat terpenuhi, yang pada gilirannya mampu meningkatkan kualitas karya ilmiah sivitas akademik di perguruan tinggi.

Pada sesi terakhir dihari kedua, dilaksanakan sidang Musyawarah Daerah VI yang dipimpin oleh Agus Wardana, S.Sos., selaku pimpinan siding dan ketua pelaksana. Rangkaian Musda tersebut yaitu laporan pertanggungjawaban pengurus Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPT) Jawa Barat periode 2013-2016, serta sidang pemilihan ketua umum FPPT Jawa Barat. Laporan pertanggungjawaban disetujui oleh para anggota, yang selanjutnya secara aklamasi memilih kembali Hilman Firmansyah ,S.IP., M.AP., sebagai Ketua Umum FPPT Jawa Barat periode 2016-2019. (-red/SH/RD).